Retret Ziarah Karya Roh Allah dalam Sejarah Gereja Misi

Di Bulan Mei lalu, tepatnya pada tanggal 21-27 Mei, PERHATI menyelenggarakan Retret Ziarah bertajuk “Karya Roh Allah Dalam Sejarah Gereja Misi”. Kegiatan Retret ini di prakarsai oleh Rm. Robertus Bambang Rudiyanto, Sj dan didukung oleh Romo-Romo di Semarang, Girisonta, Ambarawa, Muntilan, dan juga Yogyakarta. Para peserta menjalankan retret dengan dinamika latihan rohani, dan model retret berjalan, seraya mendapatkan informasi latar belakang sejarah gereja misi, merenungkan karya Allah di Indonesia. Kegiatan Retret ini juga diisi dengan pendekatan retret Alam bersama Studio Audio Visual PUSKAT Yogyakarta.

Rombongan memulai ziarah di Gereja Misi St. Yusuf Gedangan, gereja misi tertua di Semarang. Pastor Kepala, Rm Maryono SJ dan misionaris Belanda Rm. L. Smit SJ akan menjelaskan konteks misi katolik di gereja Gedangan.

Setelah makan siang, rombongan menuju Girisonta, untuk merayakan misa arwah di makam para misionaris Jesuit, di makam Getsemani Girisonta. Rm. Setyodarmono akan menjelaskan konteks misi Jesuit di Kolese Stanislaus Girisonta. Setelah misa arwah,akan diadakan ramah tamah dengan para Romo Emmaus, dimana Kardinal Julius Darmatmaja SJ dan Uskup Emeritus J. Sunarka SJ juga menjadi anggota komunitas. Selanjutnya, rombongan bermalam di Rumah Retret Susteran Gedono.

Di hari kedua, para peserta melanjutkan perjalanan ke Muntilan menuju Seminari Mertoyudan. Di Seminari mereka dijamu makan siang bersama para seminaris dan dilanjutkan dengan mengenal lebih dalam seminari sebagai karya Jesuit. Selama kegiatan Retret di Muntilan, Para peserta bermalam di PPSM (Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan)

Pada hari ketiga para peserta mengunjungi Gereja Santo Antonius Muntilan, Sekolah Van Lith dan berziarah ke makam Kerkof Muntilan bersama Romo Paroki Muntilan Rm Kristiono Purwadi SJ. Hari keempat dilanjutkan dengan berziarah ke Gua Maria Sendangsono tempat karya monumental Romo Van Lith membabtis 171 orang di Tahun 1903 dan melanjutkan perjalanan menuju Mendut di tepi Sungai Elo tempat asrama wanita pada jaman dulu yang dikelola oleh suster-suster Fransiskanes yang kemudian menjadi cikal bakal sekolah-sekolah katolik. Perjalanan ke Sendangsono dan Susteran Mendhut dipandu oleh Rm Budi Subanar SJ.

Di Yogyakarta, para peserta retret berkunjung ke Gereja Bintaran dan Kiduloji sebagai gereja misi di Yogyakarta dan  melanjutkan perjalanan untuk mengenal karya-karya Jesuit IPPAK, PPY, PML, dan PUSKAT di Kota baru bersama Rm Mardikartono SJ. Kemudian dihari selanjutnya dilanjutkan dinamika retret akan dipandu oleh Tim SAV PUSKAT dan Rm Yosephus Iswarahadi SJ dengan menggunakan retret media dan mengenal lebih tentang Studio Audio Visual PUSKAT.

Kegiatan Retret ini kemudian ditutup dengan Misa bersama di SAV Puskat Sinduharjo, Sleman. Setelah berkeliling Yogyakarta dan mengunjungi beberapa tempat wisata khas Yogya di malam terakhir para peserta kembali ke rumah masing-masing berbekal pengalaman berharga dan inspirasi latihan rohani St. Ignatius, salah satu pendiri Serikat Yesus, dengan menyusuri jejak Karya Roh Allah di awal misi Gereja Katolik di Indonesia.