Apa maksudnya bahwa Allah adalah kebenaran?

“Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (1Yoh 1:5). Firman-Nya adalah kebenaran (Ams 8:7; 2Sam 7:28), dan keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya dan Taurat-Mu benar (Mzm 119:142). Yesus sendiri berani menjamin kebenaran Allah dengan mengucapkannya di hadapan Pilatus: “Untuk itulah aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran.  (Yoh 18:37). [214-217]

Kebenaran akan Allah tidak dapat dibuktikan atau diuji secara empiris karena ilmu pengetahuan tidak dapat menempatkan Allah sebagai objek penelitian. Dan lagi, bahwa Allah men-subjek-kan Diri-Nya menjadi satu bukti istimewa. Kita tahu bahwa Allah adalah kebenaran atas dasar kredibilitas mutlak Yesus. Dia adalah “Jalan, Kebenaran, dan Hidup” (Yoh 14:6). Siapapun yang menjalin hubungan dengan-Nya dapat merasakan bahwa Allah adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”. Jika Allah tidak “benar”, iman dan akal budi tidakbisa berdialog satu sama lain. Kesepakatan antara iman dan akal budi sangat mungkin karena Allah adalah kebenaran, dan kebenaran bersifat Ilahi.

Youcat Indonesia “Katekismus Populer”, 34